Secangkir Perenungan

Betapa nikmatnya membaca buku sambil ditemani secangkir teh hangat.

Teh saja. Bukan kopi. Kopi terlalu tajam utk lambungku.

Betapa nikmat menyesap hangat uapnya, tanpa terbeban masalah-masalah di luar sana.

Namun, di sinilah aku sekarang.
Bangun pukul satu malam. Menorehkan rangkaian peristiwa yang kuhadapi dalam setengah pekan.
Ya, hanya setengah pekan. Setengahnya saja sudah bikin heboh induk mayang.

Kehebohan yg bermula dari tingkah polah anak-anak baru gede mencoba mengeksplorasi lingkungannya dengan cara yg tidak biasa.

Ck ck ck.. aku berdecak.
Bukan decak kagum. Lebih tepatnya gemas. Dan lemas.
Apa sih yang ada di pikiranmu?
Apa kau pikir dirimu akan terlihat keren dan hebat jika melakukan perbuatan ini?

Postingan Populer