5 Alasan yang Bikin Saya Bangga menjadi Guru

5 Alasan yang Bikin Saya Bangga menjadi Guru - Menjadi guru bukanlah cita-cita awal saya. Apalagi menjadi seorang guru sekolah dasar.
Ya, saya tak pernah sekalipun punya cita-cita menjadi guru. Dalam impian saya, kala remaja, menjadi jurnalis atau diplomat tentu lebih membanggakan.
Namun, sebuah lini masa kehidupan mengukuhkan saya untuk mendalami profesi ini. Inilah 5 alasan yang membuat saya kini mulai mencintai pekerjaan 'momong' murid-murid sekolah dasar.
1. Dibanggakan Rasulullah
Dalam sebuah pengajian, diceritakan bahwa tiada suatu profesi yang dibanggakan oleh Rasulullah selain menjadi guru. Tentu bukan melulu guru SD.
Ketika ditanya oleh para sahabat, Rasulullah selalu menegaskan bahwa beliau diutus oleh Allah swt untuk memperbaiki akhlak manusia. Rasulullah adalah uswatun hasanah, suri tauladan yang baik.
Penjelasan ini merujuk pada profesi guru yang utamanya mengajarkan akhlak yang baik serta menjadi role model bagi murid-muridnya
2. Jadi Idola
Percaya atau tidak, seorang guru adalah idola. Terlebih guru KB, TK, dan SD. Setiap hari guru selalu jadi pusat perhatian murid-muridnya.
Apa saja ucapan guru, perilaku, bahkan yang dikenakannya menjadi contoh buat murid-muridnya. Guru selalu menjadi pembicaraan utama anak-anak setiap hari.
Anda yang punya anak atau ponakan usia KB, TK, dan SD silakan mengamati putra-putrinya ya. Apa yang menjadi pembicaraan anak-anak sepulang sekolah? Gurunya, kan.
Bagi anak-anak, guru adalah artis idola dalam kehidupan nyata mereka. Belum lagi kalo pas ketemu di jalan, langaung deh berasa meet and greet. "Bu Guru.. Pak Guru..!!"
Semua orang liat ke arah kita. Senyumin aja, "Biasa.. fans".
3. Jadi dukun, eh!
"Bu Guru, tolong ya, Mas Arya dikasih tau biar bangun pagi. Mas Arya ini suka nge-game sampe malam, Bu. Makanya bangunnya suka kesiangan. Tolong ya, Bu, dikasih tau. Biar nggak nge-game terus, Bu. Saya pusing bu, kasih tau tiap hari nggak didengerin"
Atau...
"Bu Guru, minta tolong, mbak Ellen dibilangin ya bu, biar mau makan sayur. Tiap hari makan mie mulu, nggak pernah makan sayur bu. Tolong ya, Bu"
Dan besoknya, setelah bu guru kasih tau ke murid yang bersangkutan langsung ada sms/wa masuk.
"Makasih ya bu, mas Arya sekarang uda nggak nge-game lagi. Jam 9 sudah tidur. Bangunnya pagi sekarang, Bu. Makasih bu guru"
Dan...
"Alhamdulillah bu, mbak Evita uda mau makan sayur. Makasih bu"
Itulah. Hebat kan seorang guru. Padahal ya, guru kasih tau ke anaknya juga secara santai. Nggak se-ngoyo orang tuanya.
Kadang juga kasih taunya sambil lalu aja. Sambil nerangin materi pelajaran tertentu, eh keinget pesan dari walimurid si A atau si B. Langsung aja dikasih tau.
Kasih taunya juga nggak secara personal ke si A dan si B. Klasikal, sambil ngajar, merata ke semua anak. Dan, alhamdulillah sih, berhasil. Hehe.
Hebat, kan! Guru ibarat dukun yang ampuh banget mantranya. Hahaha.
4. Punya Banyak Anak
Dengan jadi guru, otomatis kita punya banyak anak. Baik anak kandung, maupun anak didik.
Dengan demikian, kita punya banyak stok pasukan yang kirim doa buat kita tiap hari.
Asal kita sebagai guru juga nggak lupa kirim doa buat guru-guru dan murid-murid kita. Nggak lupa juga buat ngajarin anak-anak kita untuk mendoakan orang tua dan guru-guru mereka. Hehe.
Konon kabarnya, setiap anak adalah butiran mutiara dalam untaian tasbih yang mengantar kita menuju surga milik Allah swt. Amiiin.
Syaratnya, ketika mengajar dan mendidik anak-anak harus ikhlas, ya. Cateeet...!!
5. Selalu Bahagia
Amiiin...
Langsung diamini, ya. Siapa sih yang pingin bahagia? Pasti ingin, dong!
Toh, bahagia tak melulu harus dengan harta. Eciee..
Yess, dengan jadi guru kita punya cadangan bahagia setiap hari. Baik ketika bercengkrama dengan anak-anak, maupun saat mereka sudah lulus dan meraih sukses.
Beneran, deh!
Kebetulan saya ngajar di SD belum lama, sih. Murid saya angkatan pertama sekarang baru lulus SMA.
Rasanya bahagia banget kalo denger mereka berhasil masuk ke sekolah favorit yang mereka cita-citakan.
Yah, kurang lebih kaya orang tuanya lah. Gimana sih rasanya kalo liat anak kota sukses? Pasti seneng banget, kan.
Begitu pula saat bercengkrama dengan anak-anak di sekolah. Ada saja tingkah polah mereka yang suka bikin ngakak guling-guling.
Kadang bikin gemes juga sih. Kalo misalnya mereka lagi hobi ribut di kelas. Atau tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Tapi, yakin deh, lebih banyak happy-nya.
Itulah 5 alasan yang bikin saya mantap dan betah menjadi guru. Kalo kamu, apa yang bikin mantap menjalankan profesimu sekarang?
Salam,
Cikgu Noura.

Postingan Populer